Kamis, 12 Juni 2014

Sebuah Perbincangan Bersama Sopir Angkot: Prabowo atau Jokowi?



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - Puluhan lembar uang dua ribuan tertumpuk rapi di dasbord angkot yang aku naiki. Aku duduk tepat di samping pak Sopir siang itu. Aku sempat meliriknya, ia adalah seorang lelaki paruh baya yang sebagian rambutnya sudah mulai menua. Sebuah topi berwarna hitam yang lusuh menghiasi kepalanya. Tak lupa, handuk kecil untuk mengelap peluh ia selempangkan di leher. Ia lebih terlihat seperti tukang becak dibandingkan sopir angkot, menurutku. 

Aku diam, memperhatikan ia mengemudikan kendaraannya. Sebentar-sebentar ia menginjakkan kakinya ke pedal rem, lalu menginjak gas lagi. Jalanan yang kami lewati kebetulan memang tidak bersahabat, bopeng disana-sini.

“Jalan baru diperbaiki kemarin kok sudah rusak lagi!” katanya mendengus sebal.

Aku masih diam. Hanya memandang lurus ke depan. Memperhatikan pedagang asongan yang berpenampilan sama seperti sopir angkot yang ada di sampingku. Bertopi dengan handuk kecil terselempang asal.

Rabu, 11 Juni 2014

Gue Pilih Prabowo-Hatta, Lu pilih Jokowi-JK



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - Siang itu, Banu dan Bani pulang sekolah bersama. Rumah mereka berdekatan, maka mereka selalu berdua. Tapi mereka tidak seperti pinang di belah dua, bukan saudara. Kebetulan saja nama mereka hampir serupa.

“Ban,” sambil mensejajari langkah Bani, Banu membuka percakapan, “Tahun ini Lu udah mulai myoblos kan?”

“Yeee.. Sejak kelas satu juga gue udah nyoblos keleuss..” Bani bangga.

Banu menatap Bani heran.

“Nyoblos pas pemilihan ketua OSIS, kan?”

Sambil menepok jidatnya sendiri, Banu bilang lagi, “Makanya dengerin Gue ngomong dulu!”

“Oh, bukan nyoblos pemilihan ketua OSIS?”

Senin, 09 Juni 2014

Sekolah Penempatanku di Pedalaman Sambas Memperoleh Beragam Penghargaaan



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - “Nong..” suara di seberang telpon menyapa saya, Nong adalah panggilan sayang orang tua di Sambas kepada anaknya. Jika di jawa bisa analogikan dengan Tole dan Nduk. “Minggu depan Ayah ke Bogor. Kite ketemuan lah” Katanya lagi. Ia adalah kepala sekolah SDN 01 Kota Bangun, kec. Sebawi, Kab. Sambas. Sekolah tempatku mengabdi selama setahun dulu.

“Inyan ke, Yah?” saya bertanya antusias.

“Aok..” jawab Ayah angkat saya singkat.

“Ade acare ape di Bogor, Yah?” saya bertanya lagi.

“Alhamdulillah sekolah kite dapat bantuan. Komite sekolah kite jadi komite terbaik”

“Wah.. Keren!”

“Ah, itok kan juak berkat kau, Nong” ujar kepala sekolah memuji. Membuat kepalaku menggelembung. “Sebelum kau datang dulu, sekolah kita nggak ada apa-apanya, nggak pernah dilirik sama dinas sama sekali.”

Jumat, 06 Juni 2014

Abi Kalau Mau Shalat Nggak Boleh Sms-an!



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - Kemarin, setelah saya seharian mengadakan rapat di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, di Parung, saya lalu pergi ke Kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor. Perjalanan dari Parung ke Kampus UIKA tidak lama, jika lancar seharusnya setengah jam juga sampai. Sayangnya kendaraan umum yang saya naiki berjalan pelan dan beberapa kali berhenti, ngetem!

Saya tiba di UIKA tepat ketika adzan Ashar berkumandang, Alhamdulillah, masih bisa melaksanakan Shalat Ashar berjamaah di masjid. Segera, saya langsung menuju tempat wudhu terdekat dan membasuh beberapa anggota badan disana. Selesai berwudhu, saya langsung ke masjid dan berdiri di shaf kedua.

Dan Disinilah kejadian menarik itu terjadi!

Kamis, 05 Juni 2014

Mengapa Orang Gila itu Kebanyakan Laki-Laki?



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - “Tapi, Nu..” terlihat ada yang mengganjal di pikiran Bani, “Lo kemarin, kan, bilang kalau perempuan itu empat kali lebih mudah terkena stress dibandingkan laki-laki”

Banu mendengarkan celotehan Bani, khidmat. Dalam hatinya heran, tumben nih Bani agak seriusan. Padahal biasanya ngawur.

“Iya, kenapa, Ban?”

“Kalau perempuan itu lebih mudah terkena stress, harusnya banyak dong perempuan yang jadi orang gila. Tapi kok selama ini gue ngeliat orang gila itu laki-laki semua ya?”

Banu manggut-manggut. “Tumben pertanyaan Lo bener”

Rabu, 04 Juni 2014

Perempuan Empat Kali Lebih Mudah Terkena Stress



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - Konon, hiduplah dua sahabat karib, Banu dan Bani. Mereka bukan saudara, apalagi kembar. Tidak. Bahkan mereka berasal dari dua keluarga yang berbeda.  Kebetulan saja nama mereka mirip. Kebetulan juga mereka bertetangga dan satu sekolah. Tapi tidak satu kelas. Banu biasa dipanggil Nu saja oleh Bani, sedang Bani biasanya dipanggil Ban oleh Banu.

“Ban..”

Bani menoleh, wajahnya berubah menjadi tidak suka. “Ban.. Ban..” ia memberengut, “Emangnya gue Ban mobil!”

“Hahahaha..” Keduanya lalu tertawa terbahak. Menertawakan nama mereka.

“Eh, udah ah ketawanya, gue mau serius nih!”

Selasa, 03 Juni 2014

Kita Semua Punya Dua Pilihan



download ebook indonesia | trainer nasional | cacat | penulis | novelis | teacher | download ebook | ebook novel | blogger | internet marketing | guru hebat | inspirator | http://syaiha.com
SYAIHA - Saya beruntung karena Allah swt membuat kaki saya lemas tak berdaya. Ia kecil sebelah dibandingkan kaki kiri saya. Dan karena keadaan inilah, juga karena sejak kecil malas belajar mengayuh sepeda, sehingga sampai sekarang saya tidak bisa menggunakan sepeda dan motor. Kemana-mana, saya mengandalkan fasilitas umum, angkot.

Tapi, sekali lagi saya katakan, bahwa saya beruntung. Karena di dalam angkot, saya banyak belajar tentang arti kehidupan. Ketika pulang malam-malam dan angkot penuh dengan pekerja-pekerja yang baru saja kembali dari tempat kerjanya, saya belajar bahwa bekerja keras itu keharusan. Ketika pulang saat senja dan angkot penuh dengan pelajar-pelajar SMA, saya juga belajar bahwa menuntut ilmu dengan kesungguhan itu kewajiban.